gubuk judi No Further a Mystery

Cloud terbangun dengan jam beker berdering di atas sebuah rak di samping tempat tidurnya. Matanya terbuka lebar menatap langit-langit kamar. Ia heran mengapa tiba-tiba memimpikan kenangan itu.

Lesta terlihat sibuk mengobrak-abrik perkakas di atas lemari besar di ujung ruangan. Ia terlihat tidak mendengar pertanyaan Cloud karena sepertinya terlalu sibuk untuk berniat menolong nyawa di luar sana.

Melihat reaksi ibu yang melewatinya barusan, Cloud semakin bingung ada apa yang terjadi. Ia pun hendak melewati kebun terakhir, begitu suara seseorang yang ia jelas kenal, menggema. Ia pun konstan berhenti di tempat dan memasang telinganya. Aura panas dari api yang tampaknya melalap Nibelheim jelas terasa.

Cloud hanya bisa berkedip beberapa kali kemudian mengucek-kucek matanya lagi, bila mungkin itu semua hanya salah lihat saja. Tapi semuanya terbayar nyata ketika ia bisa mendengar anak kecil berambut pirang jabrik itu terbatuk-batuk dan terdengar sulit bernafas dari kejauhan.

Cloud tampak tertarik untuk melakukannya. Segera saja tanpa berkata apa-apa anak jabrik itu menerjang ke arah Sephiroth dengan pedang dihunuskan.

“Ya?” Tanyanya dengan suara parau garang. Kumisnya yang berewokan dan postur badannya yang besar membuat Cloud dibuat seperti kurcaci di hadapan raksasa. Kulitnya yang hitam, bekas-bekas luka yang mengakar di wajahnya, dan kepalanya yang botak membuat Cloud sedikit… bergidik.

Di awal tahun bekerja, Cloud sebenarnya menjadi Hunter adalah demi mengincar sebuah posisi penting di kerajaan yang bisa didapatkan rumornya dengan menjadi Hunter. Yaitu menjadi ksatria. Entah mengapa cita-cita di masa remajanya itu sekarang menjadi hal terutama yang ingin ia hindari.

Langkah itu berhenti tepat di depan stalakmit dimana Cloud bersembunyi. Keringat dingin tiba-tiba saja membasahi telapak tangannya.

Rufus mengikuti jari tangan Zack yang menunjuk ke suatu titik tepat di depan reruntuhan. Ia berjalan terlalu jauh hingga akhirnya kakinya terasa terantuk sesuatu, dan ia tersandung.

Pedang beradu dengan pedang, para roh Penjaga tidak mampu menghadapi banyaknya pasukan yang menyerbu. Angeal semakin tegang. Roh Penjaga bertugas untuk melindungi seluruh roh orang-orang mati di Gravethorn, namun jika mereka dikalahkan maka…

Cloud segera menutup pintu, menguncinya, dan menjumpai seekor Pegasus berwarna ungu kebiruan dengan seseorang lelaki jabrik dua tahun lebih tua darinya menaikinya dengan gagah.

“Kalian tunggu disini. Jangan biarkan siapapun mengganggu kami,” Ujar Rufus memberi perintah pada puluhan orang necis baik pria maupun wanita yang menunggu di luar. “Reno, kupercayakan ini padamu.”

Merasa panik sekaligus bingung, Cloud pun dengan terburu-buru melewati kebun dan terus berlari ke arah pemukiman yang kini bertambah jelas, bertambah dekat, bau terbakar itu sudah jelas memikat di udara. Bahkan dari jauh, Cloud sudah bisa melihat api besar yang berkobaran menjilat-jilat langit malam yang berwarna jingga. Sebelum benar-benar sampai disana, Cloud bisa mendengar orang berteriak satu sama lain dan teriakan seorang wanita terdengar meneriakkan; ‘Vampir..?!’. Tidak disangka, seorang wanita paruh baya dengan bayinya dan seorang bapak dengan gadisnya, berlari melewati Cloud yang sedang terbengong-bengong mengantisipasi kejadian. Wanita dan bapak itu sepertinya cukup panik sehingga tidak menyadari ada Cloud disana dan terfokus hanya untuk selamat dari kebakaran aneh itu.

Sesosok wanita dengan here tubuh setengah laba-laba sedang menenun jaring putih yang menyelimuti kedua anggota wanita Guardian, sementara Yypo dan Anarha…

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Comments on “gubuk judi No Further a Mystery”

Leave a Reply

Gravatar